BATUAN BEKU
Batuan Beku
Batuan yang
terbentuk akibat adanya pembekuan magma didalam bumi atau pembekuan lava di atas permukaan bumi.
Kumpulan
interlocking agregat mineral-mineral silikat hasil magma yang mendingin
(WT. Huang, 1962)
STRUKTUR BATUAN BEKU
Macam Struktur batuan beku
:
1.
Masif
tidak
menunjukkan adanya fragmen batuan lain yg tertanam dalam batuan.

Gambar 3.
Struktur massif pada basalt
2.Vesicular
suatu struktur ditandai adanya lubang- lubang dengan arah
teratur. Lubang-lubang ini terbentuk akibat keluarnya gas dari dalam batuan
akibat adanya proses pembekuan.

Gambar 4. Struktur Vesicular basal
3.Scoria
struktur seperti vesicular tapi arah
lubangnya tidak teratur.
4.Pillow lava
struktur pada
batuan ekstruksi, ukurannya
antara 10 cm – 6 m dan jaraknya berdekatan. Struktur ini merupakan struktur khas bawah laut. Struktur
ini terbentuk pada daerah MOR (Mid
oceanic ridge) atau punggungan tengah samudra, dimana lava yang keluar akan
bertemu dengan air laut. Akibat
tekanan hidrostatis maka bentuknya membulat menyerupai bantal. umumnya
berasosiasi dengan sediment laut dalam seperti rijang dan batugamping merah.

Gambar 7. Pillow lava
5.Joint
struktur yang ditandai oleh kekar-kekar
yang tegak lurus arah aliran. Struktur ini dapat berkembang menjadi columnar joint.

Gambar 8. columnar joint
Lava yang muncul
ke permukaan keluar melalui kekar /rekahan pada batuan. lava akan membentuk
seperti tiang-tiang searah dengan arah kekar yang tegak lurus arah aliran
sehingga struktur yang nampak berbentuk tabular.
6.Amigdaloidal
struktur dimana lubang-lubang tempat keluarnya gas terisi oleh
mineral-mineral sekunder (zeolit, karbonat, silika).
7.Xenolith
struktur yang memperlihatkan adanya suatu fragmen batuan yang
masuk/tertanam didalam batuan beku akibat peleburan tidak sempurna suatu batuan
samping di dalam magma yang menerobos.
8.Autobreccia
struktur pd lava yang memperlihatkan fragmen-fragmen dari lava itu sendiri.
TEKSTUR BATUAN BEKU
Tekstur
merupakan hubungan antara massa mineral dengan massa gelas yang membentuk massa
yang merata dari batuan. tekstur tergantung pada kecepatan dan orde
kristalisasi. Dimana keduanya sangat tergantung pada temperature, komposisi
kandungan gas, viskositas magma dan tekanan.
A. Derajat
Kristalisasi
Merupakan
proporsi antara massa kristal dengan massa gelas dalam batuan.
1. Holokristalin : batuan seluruhnya terdiri atas massa kristal.
Gambar 11.
Andesit
2. Hipokristalin : batuan tersusun oleh massa kristal dan gelas.
Gambar 12. Granit
3. Holohyalin : batuan tersusun oleh massa gelas seluruhnya.

Gambar
13. Obsidian/ volcanic glass
B. Granularitas
Merupakan
ukuran butir kristal dalam batuan beku, dapat sangat halus dan tidak dapat
dikenal meski dengan mikroskop, tetapi dapat pula sangat kasar.
1.Afanitic
ukuran butir halus (< 1 mm); tidak dapat dibedakan dengan mata
telanjang dan menunjukkan
pembekuan yang cepat.
Gambar 14. Rhyolite
o Basalt Rhyolite
Andesite
2.Fanerik
ukuran butir kasar (1->30
mm); menunjukkan pembekuan yang lambat.

Gambar 15.
Granite - polished
o
Granite Diorite
Gabbro
Dibagi menjadi 4
yaitu :
1. Fanerik halus; diameter kristal ≥ 1 mm
2. Fanerik sedang; diameter kristal 1-5 mm
3. Fanerik kasar; diameter kristal 5-30 mm
4. Fanerik sangat kasar; diameter kristal
> 30 mm
3.Porphyritic
campuran ukuran butir yang bermacam2.
Menunjukkan proses pembekuan yang bercampur. Umumnya pembekuan berjalan lambat
baru kemudian cepat.
C. Kemas
a. Bentuk Kristal/bentuk butir mineral
1. Euhedral : butiran mineral mempunyai bidang
kristal sempurna.
2. Subhedral : butiran mineral dibatasi oleh
sebagian bidang kristal yang sempurna.
3. Anhedral : butiran mineral mempunyai bidang
kristal tidak sempurna.
b. Relasi/Hubungan antar kristal
Merupakan
hubungan antara kristal satu dengan lainnya dalam suatu batuan dari segi ukuran
1. Equigranular :
Bila secara relatif ukuran kristalnya mempunyai ukuran sama besar.
2. Inequigranular : Bila secara relatif ukuran
kristalnya mempunyai ukuran tidak sama besar
KOMPOSISI MINERAL
Dalam magma
terdapat bahan-bahan yang larut yang bersifat volatile (gas) dan nonvolatile.
Bahan-bahan non
volatile, terutama yang berupa oksida-oksida dalam kombinasi tertentu merupakan
bahan pembentuk mineral yang lazim dijumpai dalam batuan beku.
Pada saat berlangsungnya penurunan suhu magma, terjadi
proses penghabluran (pembentukan mineral-mineral).
Berdasarkan
warnanya, mineral penyusun batuan beku dapat dibedakan menjadi dua :
1. Mineral Felsik
Mineral-mineral berwarna terang,
terutama dari mineral kuarsa, feldspar (ex : orthoklas, plagioklas,albit)
feldspatoid (nevelin, leusit, sodalit) dan
muskovit. Densitas rata-rata 2,5 -2,7
2. Mineral Mafik
Mineral-mineral berwarna gelap,
terutama kelompok olivin, Piroksen, mika, muskovit, dan amphibole
3. Mineral Sekunder
Mineral ubahan dari mineral utama dari hasil
pelapukan, reaksi hidrothermal maupun metamorfisme mineral-mineral utama. Mineral
yg terbentuk pd kristalisasi magma, umumnya jumlahnya sedikit. Dalam jumlah
banyak dapat bernilai ekonomis tetapi tidak mempengaruhi penamaan batuan.
Oleh Bowen disusun seri
penghabluran mineral-mineral silikat yang dikenal dengan Bowen’s Reaction Series.
Olivine ®
hypersthene ® augit ® hornblende ®
biotit
Mineral bersifat discontinuous series (mineral-mineral yang terbentuk diawal deret
tidak akan terbentuk lagi pada deret selanjutnya).
|
|
|
|
|

Gambar
16. Bowen’s Reaction Series
KLASIFIKASI BATUAN BEKU
Pengklasifikasian
batuan beku dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Cara yang paling umum adalah berdasarkan lokasi
pembentukkannya dan berdasarkan komposisi mineralnya.
A. Berdasarkan tempat pembekuan :
a. Batuan Beku Dalam
(Abysis/Plutonis)
Tempat pemekuan jauh di dalam kulit bumi.
Berstruktur
holokristakin, semua bagian batuan terdiri dari kristal-kristal (besar-besar dan kasar).
Contoh : Granit, Diorit,
Gabro, Syenit dll.

Gambar 17. Gabro
b. Batuan Beku Gang
Tempat pembekuan pada sela-sela lapisan
batuan / pada corong diatrema.
adapula yang halus.
Contoh : Porfir granit, porfirit, porfir syenit,
porfir gabro.
c. Batuan Beku Luar
Tempat pembekuan di permukaan bumi (lava).
Berstruktur amorf : kristal
terberbentuk, sangat halus.
Contoh : Rhyolit, Andesit, Trachit, Basalt, Obsidian, dll.
Tabel 2. klasifikasi batuan beku
berdasarkan tempat pembekuan
|
Tempat Pembekuan
|
Nama Batuan
|
|||
|
Batuan Beku Dalam
|
Granit
|
Diorit
|
Syenit
|
Gabro
|
|
Batuan Beku Gang
|
Porfir Granit
|
Porfirit
|
Porfir Syenit
|
Porfir Gabro
|
|
Batuan Beku Luar
|
Rhyolit
|
Andesit
|
Trachit
|
Basalt
|

Gambar 18. Pembagian batuan berdasarkan
tempat pembekuan
B. Berdasarkan komposisi mineralnya
1. Batuan beku asam SiO2 > 66% (granit, monzonit).
2. Batuan beku intermediet SiO2
52 - 66 % (granodiorit, diorit, andesit).
3. Batuan beku basa SiO2
45 - 52 % (basalt, gabro).
4. Batuan beku ultra basa SiO2
< 45 % (peridotit,
hazburgit).

Gambar 20. Klasifikasi berdasarkan komposisi mineral dan tekstur
batuan
Tabel 1.
Deskripsi Batuan Beku
RELASI
|
|
ASAM
|
INETRMEDIATE
|
BASA
|
EQUI
GRANULAR
|
GELAS
|
OBSIDIAN
holohyalin
|
|
|
|
AFANITIK
|
|
ANDESIT LAVA
hipokristalin
|
BASALT LAVA
hipokristalin
|
|
INEQUI
GRANULAR
|
FANERIK HALUS
|
|
ANDESIT
hipokristalin
|
BASALT
hipokristalin
|
|
FANERIK KASAR
|
DACITE
Hipokristalin
GRANIT
Holokristalin
GRANODIORIT
holokristalin
|
DIORIT
holokristalin
|
GABRO
Holokristalin
DIABAS
holokristalin
|




Tidak ada komentar:
Posting Komentar